Bimbingan Teknis Penyuluh “Desa Berjejaring Indonesia Kuat”

 

Yogyakarta hotel cavinton ,2 November 2017″

Kantor Staf Presiden ( KSP ) akhir tahun 2016 menetapakan program sistem Tata Kelola desa dan Kawasan. Program ini ditunjukkan ke 222 Desa Prioritas di 111 Kabupaten dalam 33 provinsi di indonesia. Program ini mensyaratkan bahwa desa-desa prioritas sudah memiliki akses internet serta memiliki kemampuan sistem informasi untuk mempermudah dalam berkomunikasi antar desa.

Desa sudah ada akses terhadap internet yang dibiayai oleh kementerian komunikasi dan informatika Republik indonesia. Akses internet dan perangkat komunikasi yang telah diberikan digunakan sebagai sarana membangun konsep “one map,one data ” berbasis data desa. Peran lain dari akses internet adalah sebagai sarana komunikasi, informasi,dan publikasi desa .

Simulasi Pelaksanaan atau pendampingan Desa Broadband terpadu 2017 ”      

Latar Belakang

Penetapa 222 Desa sebagi desa pioneer membangun sistem tata kelola Desa dan Kawasan perdesaan berbasis data digital desa. Skema program mensyaratkan desa-desa memiliki akses internet dan memiliki kemampuan mengunakan sistem informasi. Akses internet dan perangkat komunikasi yang telah diberikan akan digunakan sebagai sarana membangun konsep ‘ one map, one data’ berbasis data desa. Penetapan kegiatan dengan tujuan membangun Visi kepala desa dan peningkatan kapasitas kapasitas aparat desa melalui kegiatan desa melalui kegiatan pendampingan.

Dengan Maksud

Peningkatan Kapasitas aparatur desa >> Tentang Platform tata kelola desa >> Pengembangan SDM di pedesaan>>Memanfaatkan kemajuan teknologiinformasi dan komunikasi.

 

Tujuan Program

Pelatihan Desktop Sideka desa dan pengisian data kependudukan desa “
  • Membangun wawasan kepala desa mengenai platform tata kelola desa berbasis teknologi dan komunikasi yang mampu mendorong kepala desa untuk memiliki visi kemandirian desa .
  • Membentuk Pendamping desa yang akan membantu dan mendampingi aparat desa agar mampu mengetahui dan memahami platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional.
  • Meningkatkan kapasitas desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
  • Menginisiasi pola dan bentuk-bentuk kerja yang efektif, serta melakukan evaluasi platform tata kelola desa secara partisipasif untuk mewujudkan platform tata kelola desa sebagai cikal bakal percontohan one map, one data satu desa dalam konteks nasional,
  • Memberikan masukan terkait platform tata kelola desa yang berguna untuk pelayanan masyarakat untuk memperkuat penerapan e-govermen di desa.

 

Bentuk Kegiatan program

  1. Membangun sinergi dan kesepahaman kepala desa dengan supra-desa tentang platform tata kelola desa
  2. Membentuk Penilaian desa beserta tipologinya
  3. Membentuk pendamping desa .
” Penyuluh DBT desa menoro kec. Sedan Kab.Rembang jateng saat mengikuti bimtek di Yogya “
Tenaga Ahli Bpk.Ronggo Purwoko “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruang Lingkup Kegiatan

Focus group discusion >>Assessment>>Pemetaan desa>>Training Of Trainer ( TOT )>> Monitoring dan Evaluasi >>Workshop Kepala desa.

~~~~

** Dikutip Oleh Abu Saputro Penyuluh DBT desa Menoro

email: iputabuokey@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan